Home > Blog > Taman Belajar Cikalong: Alternatif bentuk taman di kota

Taman Belajar Cikalong: Alternatif bentuk taman di kota

Sumber Foto: Sinau Art

Sinau Art merupakan salah satu komunitas seni di Kota Cirebon. Terbentuk di tahun 2006 dan salah satu fokus kegiatan Sinau Art adalah pada lingkungan sungai. Melalui spektrum kesenian, dan menyediakan festival sebagai ruang pameran produk kesenian. Konsentrasi lingkungan telah membawa komunitas Sinau Art pada penyelenggaraan kegiatan festival di pinggir sungai. Festival jagakali merupakan wadah yang dibentuk untuk wadah kolaborasi melihat konteks sungai yang ada di kota Cirebon sebagai ruang edikasi kepada warga kota Cirebon terkait sungai.

Kota CIrebon sejauh dari pengamatan Nico Permadi memiliki taman yang terlihat kehilangan fungsi. Tentunya dengan kepercayaan Balai Besar Wilayah Sungai untuk pengelolaan sebagian lahan di cikalong, Kota Cirebon telah memberikan kesempatan untuk Komunitas Sinau Art mengekspresikan taman kreatif yang hidup bagi warga kota Cirebon. Kampus (kawasan Manajemen Utilitas Sungai) menjadi bagian dari proyek garapan taman Tabalong (taman Belajar Cikalong) sebagai nama taman yang dibentuk secara perlahan sebagai agenda representasi taman yang hidup di tengah kota.

Menurut Nico Permadi bahwa yang terpenting adalah bagaimana merawat taman? Ini yang menjadi masalahdisetiap area taman di kota-kota di Indonesia. Kalau kita melihat ada area taman yang bagus dan disukai oleh warga kotanya artinya ada manajemen yang baik dari pengelolaan taman tentunya. Namun jika ada taman yang kurang enak dilihat dan tidak menjadi ruang bagi warga kotanya maka sudah pasti taman tersebut tidak baik secara manajemen pengelolaannya.

Selain dari pada itu beberapa representasi taman di beberapa kota seperti Bandung, terlihat aktif dan hidup bagi warga kota lantara ada kegiatan yang hidup dalam taman tersebut. Dari situlah Sinau Art mengeola Taman Baca Cikalong (Tabalong) sebagai taman dan juga ruang belajar terkait kehidupan kota saat ini dan juga seni.

Menariknya bahwa Tabalong lahir pada masa pandemi. Dimana orang merasa khawatir dengan ruang publik, kita mencoba memberikan peluang taman edukasi yang dapat diakses warga kota dari kondisi pandemi ini untuk belajar berbagai hal sesuai kegiatan yang terjadwal dalam skema Sinau Art. Selain itu taman belajar ini juga bersifat outdoor yang diupayakan agar tetap bisa menjaga kesehatan di masa pandemi. Tabalong mencoba mewadahi adaptasi warga kota menghadapi pandemi seperti kegiatan menanam bermusik dan belajar kesenian bagi warga kota Cirebon.

Pandemi ini menjadi peluang bagi kami dalam mengelola taman Tabalong, agar terus bisa aktif menghimpun kegiatan warga kota. Terutama warga yang kesulitan lahan namun memiliki hobi menanam. Maka Tabalong bisa dimanfaatkan bagi mereka yang ingin bertanam dan menghijaukan kota. Kedepan Taman Tabalong harapannya bisa berkembang menjadi edukasi pangan perkotaan dimana warga kota bisa belajar berkebun dan berternak ikan, dimana modal awal yang datang dari warga terkait tanaman dan ikan-ikan bisa menjadi bagian dari taman. Hal terpenting adalah bagaiman warga mau terlibat dalam pengelolaan taman Tabalong ini yang menjadi ide alternative dari berbagai taman yang ada.