Tunawisma yang Berprofesi Sebagai Ojek Sepeda

Tubagus Rachmat27 Nov 2020
Para pengojek sepeda ini biasanya mangkal di depan Stasiun Jakarta Kota di sisi Barat dan Utara, Pasar Esemka, Kota Tua, Glodok, TPI Muara Baru dan Muara Angke.
Penuturan salah satu bapak ojek sepeda yang mangkal di jembatan Kali Besar, dulu sebelum muncul ojek online (ojol) , mereka tinggal di kontrakan secara bersama dengan kawan-kawan, satu kontrakan bisa berisi 5 sampai tujuh orang, setelah muncul ojol, penghasilan yang biasanya sehari bisa mencapai 200 hingga 300 ribu, mulai berkurang, berkisar 100 sampai 150 ribu. Mulai banyak kawan-kawan memilih tinggal di emperan toko atau kantor.
Kemudian muncul pandemi COVID-19 yang makin memparah penghasilan, untuk mendapatkan uang 50 ribu makin sulit, kadang untuk makan saja kurang, boro-boro mau pulang kampung atau ngirim uang untuk keluarga.
LIHAT POTRET LAINNYA