Pengontrak di Kampung Cipinang Besar Selatan Jakarta Timur

Tubagus Rachmat27 Nov 2020
Nia sebelum pandemi bekerja sebagai cleaning service, sekarang dia nganggur hanya mengandalkan gaji suami sebagai penjaga gudang secara harian.
Lebih kurang empat tahun dia mengontrak dengan pembayaran lancar, kemudian bulan September kemampuan dia membayar hanya bisa mengangsur dua kali pembayaran tetapi yang punya rumah tetap ngotot pembayaran tidak bisa diangsur. Akhirnya Nia, suami dan satu anaknya harus cari rumah kontrakan baru. Nia tetap mengontrak di daerah sekitar di wilayah kontrakan yang lama. Menurut pengakuaannya, kalau ada uang dia akan tetap melunasi kekurangan pembayaran kontrakan kepada yang punya rumah.
Beda lagi kasusnya dengan ibu Tari, dia ngontrak rumah bersama saudaranya, awalnya kontrakan sebesar 7,5 juta, kemudian yang punya rumah tiga bulan kemudian complain karena dihuni dua keluarga, dia meminta kompensasi kenaikan nilai kontrakan sebesar7,7 juta, tiga bulan berikutnya yang punya rumah menaikan kembali kontrakannya sebesar 2,5 juta di masa pendemi. Akhirnya bu Tari tidak punya kemampuan kalau nilai kontrakan sebesar itu. Bu Tari yang kesehariannya bewarung jualan makanan dan minuman terpaksa cari kontrakan baru.
LIHAT POTRET LAINNYA