Kisah Ayung, Pedagang Musiman di Pasar Esemka

Tubagus Rachmat27 Nov 2020
Ayung (52 tahun) berdagang di Esemka lebih kurang 30 tahun, mulai dia sewa petak ruko, sampai dia memilih berdagang di emperan kaki lima.
Dia bercerita, ketika usia mudanya pernah ribut dengan jawara, preman pasar, meminta uang, satu sampai dua kali dia beri dan untuk yang ketiga si jawara itu ia tantang, “Panggil gerombolan elo, gue kagak takut, jangan liat gue sipit ya”, ujarnya. Ternyata di balik jawara ada aparat TNI yang menjadi beking. Si Ayung juga ternyata punya saudara angkat PM yang pangkatnya perwira. Ini terjadi di zaman Soeharto.
Selama musim covid, si Ayung berjualan masker, sanitizer, dia sangat tanggap dengan musim, sekarang dia berjualan beragam kalender, meja kecil belajar anak, buku agenda. Dia merasakan panen jualan masker masa-masa awal covid, larangan berdagang di pasar (dia nekat tetap berjualan) dan waktu bulan puasa, ujarnya. Sempat ribut sama satpol pp, sampai katanya ada wartawan yang meliput. Dia menunjuk topi yang ia pakai, ini topi salah satu petinggi satpol pp, kalau berani satpol pp usik, tak lempar topi ini.
LIHAT POTRET LAINNYA