Detak Waktu yang Membisu

Pandemi yang sempat memberhentikan waktu, perlahan mulai mendorong jarum-jarum jam kembali. Tapi bagi sebagian orang, arloji mereka belum berdetak lagi
Mereka yang terdiam, terkurung dalam angan mereka sendiri. Berjalan memungut kesadaran mereka yang berserakan, mencoba merangkainya utuh kembali. Sebagian bergerilya untuk keluar, sebagian lagi masih memilih diam dan mempelajari. Mengulang kembali tiap memori sambil bertanya-tanya, ”apa yang salah?”. Pencarian dan pembelajaran sejatinya adalah proses yang abadi, tapi, tanya mereka lagi, “apakah abadi adanya disini?”
Narasi visual ini mencoba memperlihatkan bagaimana proses ekspedisi eksistensial yang dipicu oleh banyaknya pertanyaan-pertanyaan tentang kehidupan yang muncul selama masa pandemi.
LIHAT POTRET LAINNYA