Blurring Boundary

Selama pandemi covid-19, pembatasan kegiatan di ruang publik sangat dibatasi. Manusia kembali ke ruang domestiknya masing-masing. Sebuah tempat yang menyimpan rasa aman dari bisingnya deru aktivitas di ruang luar. Sebuah tempat yang kita sebut rumah.
Ketika profesionalitas dan tuntutan sosial berkubang di satu tempat, berkelindan dan menyesakkan. Batasan antara antisipasi dan kontemplasi menjadi kabur. Menyisakan manusia-manusia yang risau, kelelahan, dan kebingungan.
Blurring boundary men-jukstaposisi dua peran ruang yang selama ini dipersepsikan bertolak belakang. Ruang profesi dan ruang domestik. Menyelami celah-celah yang mengaburkan batas antara keduanya.
LIHAT POTRET LAINNYA