Home > Blog > Pawone Arek-Arek: Dari Tongkrongan Menjadi Solidaritas Pangan Surabaya

Pawone Arek-Arek: Dari Tongkrongan Menjadi Solidaritas Pangan Surabaya

Hampir setahun sudah pandemi Covid-19 melanda dunia. Pengaruhnya tak mengenal teritori, kelas sosial, budaya dan ras. Seluruh aspek masyarakat baik ekonomi, sosial, dan politik terdampak. Meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat efisiensi perusahaan, menurunya pendapatan pedagang akibat pembatasan sosial, sampai resesi ekonomi yang menerpa beberapa negara menjadi indikasi pengaruh pandemi Covid-19.

Namun, tulisan ini tidak akan menyoroti dampak atau pengaruh negatif covid-19 lebih lanjut. Diantara kondisi carut marut pandemi, tulisan ini akan menyoroti inisiatif ataupun solidaritas masyarakat merespon situasi sekarang. Dalam beberapa waktu, disela berita getir tentang pandemi. Alih-alih meredam semangat masyarakat. Justru, kini hadir berbagai macam inisiatif di level warga dalam merespon kondisi pandemi Covid-19. Salah satunya inisiatif yang dilakukan oleh Pawone arek-arek di Surabaya.

Pawone arek-arek merupakan inisiatif yang lahir dari keresahan beberapa aktor kala pandemi Covid-19. Yoyo, salah satu aktor yang terlibat di dalamnya menceritakan asal mula solidaritas ini muncul. Bermula dari keluhan dan kondisi beberapa teman yang kehilangan pemasukan akibat PHK maupun dibatalkannya proyek kerja. Situasi ini menstimulus beberapa aktor dalam lingkup tongkrongan untuk mencetuskan ide kegiatan untuk mengatasi masalah ini.

Sumber: Instagram Pawone Arek-Arek

Menindaklanjuti ide kegiatan yang muncul, berikutnya, dilakukan pertemuan untuk merencanakan strategi dan bentuk kegiatan. Setelah bentuk kegiatan terumuskan dan persiapan selesai. Di bulan Mei 2020 kegiatan dapur umum dilaksanakan dengan memanfaatkan sumber daya seadanya. Tenaga dan dana dapur umum didapat dengan memanfaatkan lingkup kawan nongkrong dan Lokasi dapur umum pun memanfaatkan rumah yang biasa menjadi basecamp tongkrongan. Dari latar belakang ini kata Pawone arek-arek berasal dan diadopsi sebagai nama kegiatan yang berarti dapurnya anak-anak.

Sumber: Instagram Pawone Arek-Arek

Dalam kegiatannya, Pawone arek-arek menjadi inisiatif dibidang pangan. Diadopsinya bentuk dapur umum sebagai inisiatif kegiatan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka yang terdampak kala pandemi. Dalam mekanisme praktiknya, Pawone arek-arek secara kolektif dan cuma-cuma memproduksi dan menyediakan makanan bagi mereka yang membutuhkan. Kebutuhan dapur dipasok setiap kamis pagi dengan membelinya di pasar. Selain itu, beberapa bahan dapur juga didapatkan dari hasil panen urban farming yang dilakukan oleh anggota Pawone arek-arek. Lalu, kamis malam bahan makanan di masak untuk di disajikan dan dibagikan di keesokan harinya. Biasanya, target dari distribusi makanan adalah orang sekitar dan pekerja informal.

Untuk menjaga keberlangsungan kegiatan, dan mengatasi keterbatasan sumber daya Pawone arek-arek mensiasatinya dengan membuka donasi untuk memenuhi kebutuhan dapur umum. Serta membuka dan mengajak setiap kalangan untuk bergabung dan terlibat secara sukarela dalam kegiatan. Kelak, inisiatif ini menjelma menjadi solidaritas pangan di Surabaya yang tergabung dalam jaringan gerakan solidaritas pangan dari daerah di luar Surabaya melalui perantara media sosial.