Home > Blog > #KotaKitaKovid Seri Kota Toboali - Diskusi Publik "Strategi Guru Toboali Hadapi Pandemi”

#KotaKitaKovid Seri Kota Toboali - Diskusi Publik "Strategi Guru Toboali Hadapi Pandemi”

Mewabahnya virus Covid-19 memberi dampak bagi kehidupan di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Melalui program “Kota Kita Kovid” yang diinisiasi Rujak Center for Urban Studies, kami berusaha menangkap potret perubahan yang terjadi pada proses belajar-mengajar yang terjadi di Toboali, sebuah kecamatan kota di Kabupaten Bangka Selatan. Secara khusus, penelitian ini berfokus pada pendidikan tingkat menengah.

Melalui pengamatan yang terjadi, proses belajar-mengajar di Toboali menghadapi kendala dalam menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring. Kendala yang dihadapi terutama terkait sarana dan fasilitas pembelajaran daring yang berpengaruh pada efektivitas pengajaran. Tak semua siswa memiliki ponsel dan kesanggupan ekonomi untuk menyediakan kuota sebagai modal mengikuti kelas. Selain itu, guru-guru pun kesulitan untuk menerapkan kurikulum yang memerlukan proses pembelajaran tatap muka.

Maka, melalui diskusi ini kami membuka dialog antar aktor pelaksana kegiatan pendidikan, yaitu perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan sebagai penentu kebijakan dan guru-guru dari beberapa sekolah menengah pertama untuk saling memaparkan strategi yang telah dan akan dilaksanakan selama pandemi. Harapannya, dialog ini bisa membuahkan inovasi dan titik temu yang optimal bagi keberlangsungan pendidikan di Toboali.

Acara diskusi publik yang mengusung tema “Strategi Guru Toboali Hadapi Pandemi” ini pun digelar pada hari Jumat, 13 November 2020 di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Bangka Selatan dan disiarkan secara langsung melalui aplikasi Zoom. Sebagai pemateri, diskusi ini turut mengundang Heri Sunandar, S.Pd (Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Bangka Selatan), Dwi Utomo, S.Pd (Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Bangka Selatan), Tentri Sanna, S.Ag (Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP N 2 Toboali), dan Nuraida Pajarwati, S.Pd, Pkn (Kepala Sekolah SMP N 8 Toboali). Sedangkan sebagai peserta, hadir pula 12 orang yang terdiri dari perwakilan guru dan orang tua murid dari 10 sekolah yang diundang.

Diskusi berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dan dilaksanakan secara luring dan daring sebab Toboali masih merupakan zona hijau sehingga pengadaan acara secara daring untuk partisipan lokal dianggap tidak sesuai. Sementara, siaran langsung secara daring tetap perlu agar partisipan di luar Toboali tetap bisa mengikuti acara. Secara keseluruhan acara berlangsung baik, hanya saja partisipan daring yang mengikuti acara melalui Zoom mengalami kesulitan mendengar audio dari lokasi dikarenakan keterbatasan sarana dan perangkat yang digunakan.

Dari diskusi ini, kami mendapat bahwa selama pandemi, kurikulum darurat telah diberlakukan untuk sistem pendidikan. Penekanan kombinasi antara sistem belajar daring dan luring atau pembelajaran bauran (blended learning) juga merupakan salah satu bentuk strategi yang akan diupayakan. Selain itu, pola belajar berbasis proyek (project-based learning) juga menjadi alternatif penerapan kurikulum ini. Sedangkan keadaan psikologis anak selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan PJJ juga terus perlu dikaji untuk menjadi pertimbangan penerapan pola ajar selanjutnya.