Home > Blog > Kondisi Kota dan Pendidikan di Kota Toboali Selama Pandemi

Kondisi Kota dan Pendidikan di Kota Toboali Selama Pandemi

Sumber Foto: Ayu Suminar

Toboali sebagai salah satu kecamatan sekaligus ibu kota kabupaten di kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan daerah yang turut terimbas pandemi covid-19. Kota Toboali, sebagai sebuah kota kecil dengan luas wilayah 1.460, 34 Km2 dan jumlah penduduk kurang lebih 82.656 Jiwa merupakan kota dalam zona hijau untuk beberapa waktu. Jumlah kasus yang relatif rendah tetap membuat pemerintah setempat membuat beberapa kebijakan dan imbauan beraktivitas dengan protokol kesehatan.

Pandemi tidak hanya membawa perubahan di bidang kesehatan dan ekonomi tetapi juga mempengaruhi bidang pendidikan. Mengikuti perkembangan pandemi yang begitu cepat, pada 17 Maret 2020, Menteri Pendidikan menerbitkan surat edaran bernomor 36962/MPK.A/HK/2020 tentang pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. Surat tersebut ditujukan kepada semua kepala dinas pendidikan dasar, menengah, hingga tinggi. 

Toboali merespon kebijakan kementerian pendidikan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan mengeluarkan surat edaran nomor 800/ 806/ DINDIKBUD/ 2020 tentang instruksi dalam upaya pencegahan penyebaran corona Virus Disease (COVID-19) di satuan pendidikan (sekolah) dan pendidikan non formal Kabupaten Bangka Selatan yang berisi lima poin, salah satunya adalah semua aktivitas belajar-mengajar seluruh jenjang pendidikan se-Kabupaten Bangka Selatan dialihkan di rumah masing-masing selama 14 hari. Surat edaran tersebut terus diperpanjang hingga berakhirnya tahun pelajaran 2019/2020.

Kebijakan darurat kementerian pendidikan memberi pengaruh besar pada semua standar pendidikan di sekolah, terutama pada proses pembelajaran. Hal ini membuat para guru berusaha mengatur strategi pembelajaran yang sesuai dengan kondisi pandemi agar tetap bisa memenuhi hak pendidikan anak dengan maksimal.

Beberapa upaya dilakukan oleh Kementerian Pendidikan guna membantu para guru dan siswa. Untuk media pembelajaran jarak jauh daring, Kemendikbud merekomendasikan 23 laman yang bisa digunakan peserta didik sebagai sumber belajar. Kemudian, untuk metode pembelajaran jarak jauh secara luring, warga satuan pendidikan khususnya peserta didik dapat memanfaatkan berbagai layanan yang disediakan oleh Kemendikbud antara lain program belajar dari rumah melalui TVRI, radio, modul belajar mandiri dan lembar kerja, bahan ajar cetak serta alat peraga dan media belajar dari benda dan lingkungan sekitar.

Tetapi kondisi di lapangan, para guru tetap kesulitan mengelola pembelajaran jarak jauh dan masih terfokus dalam penuntasan kurikulum. Sementara itu, tidak semua orang tua mampu mendampingi anak-anak belajar di rumah dengan optimal karena harus bekerja ataupun kemampuan sebagai pendamping belajar anak.

Untuk mengantisipasi kendala tersebut, Pemerintah mengeluarkan penyesuaian zonasi untuk pembelajaran tatap muka. Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan merespon Surat Keputusan Bersama 4 Menteri, yakni : Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 01/KB/2020, Nomor 516 Tahun 2020, Nomor HK.03.01/Menkes/363/2020, dan Nomor 440-882 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) guna menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat yang menjadi prioritas serta mencegah timbulnya cluster baru dengan mengeluarkan surat edaran 800/630/DINDIKBUD/2020 tentang penyelenggaraan pembelajaran pada tahun pelajaran 2020/2021 di masa pandemi corona virus disease 2019 (covid 19) yang isinya beberapa kebijakan mengenai tahun ajaran baru dengan pembelajaran tatap muka secara bertahap menggunakan protokol kesehatan.  Kebijakan ini kembali membuat para guru merubah strategi pembelajaran yang harus mereka laksanakan di lapangan.

Sekolah Menengah Pertama di toboali terdiri dari delapan sekolah negeri dengan jumlah guru 181 orang dan jumlah siswa 3.080 orang. Di antaranya yaitu SMP Negeri 1 Toboali yang beralamat di Jl. Jendral Sudirman No. 8 Toboali, SMP Negeri 2 Toboali yang beralamat di Jl. Teladan AMD No. 96 Toboali, SMP Negeri 3 Toboali yang beralamat di Jl. Ki Hajar Dewantara SPC Rias, SMP Negeri 4 Toboali yang beralamat di Jl. Raya Desa Jeriji, SMP Negeri 5 Toboali yang beralamat di Jl. Bahar, SMP Negeri 6 Toboali yang beralamat di Jl. Keposang, SMP Negeri 7 Toboali yang beralamat di Dusun Limus Desa Serdang, dan SMP Negeri 8 Toboali yang beralamat di Dusun Tambang 10 Rindik. Tiga sekolah swasta di Toboali dengan jumlah guru 16 orang dan jumlah siswa 180 orang. Yaitu SMP PGRI 2 yang beralamat di Jl. Ampera Toboali, SMP YPK yang beralamat di Jl. Jendral Sudirman Toboali, dan SMP Muhammadiyah yang beralamat di Jl. Teladan AMD Toboali.

SMP Negeri 2 Toboali sebagai sekolah besar yang terletak di tengah kota Toboali dengan jumlah siswa yakni 698 siswa. Jumlah guru sebanyak 43 orang yang terdiri dari 26 orang sebagai guru PNS dan 17 orang guru non-PNS. Serta pegawai staf tata usaha berjumlah 21 orang terdiri dari 5 orang pegawai PNS dan 16 orang pegawai non-PNS.

Berbeda dengan SMP Negeri 2 Toboali, SMP Negeri 8 Toboali adalah sekolah kecil yang terletak di pinggiran kota Toboali. SMP Negeri 8 ini terletak kurang lebih 9 km dari pusat kota tepatnya di Desa Rindik Dusun Tambang 10. SMP ini memiliki jumlah siswa yang tidak terlalu banyak yakni 155 siswa yang terdiri dari 6 rombel. Tenaga guru yang dimiliki sebanyak 13 orang, terdiri dari 6 PNS dan 7 GTT serta 5 orang PTT sebagai staf tata usaha.

Strategi mengajar yang dilakukan seperti pada SMP Negeri 2 Toboali sebelum adanya pandemi yakni tatap muka di kelas. Pembelajaran tetap mengacu pada kurikulum 13 berdasarkan silabus dari RPP satu lembar. Selain itu adanya kerja kelompok dan diskusi/tanya jawab serta bermain sambil belajar. Namun sejak pandemi mulai mewabah Indonesia terjadi perubahan strategi dalam mengajar. Pembelajaran dilakukan dengan media online (daring), seperti diskusi melalui Whatsapp grup.

Penyesuaian jadwal pembelajaran terbagi dalam beberapa sesi pertemuan. Melakukan pembelajaran daring maupun luring dengan menyesuaikan kondisi. Semenjak covid-19 mewabah guru-guru mendapatkan pelatihan untuk belajar aplikasi Microsoft office 365 untuk memudahkan dalam proses belajar dan mengajar. Strategi belajar dan mengajar menjadi berubah hampir secara keseluruhan. Sedangkan strategi mengajar yang dilakukan seperti pada SMP Negeri 8 Toboali yang terletak di desa sebelum adanya pandemi yakni pembelajaran tatap muka seperti biasa.

Namun setelah adanya pandemi strategi mengajar menjadi berubah. Selama pandemi para guru melakukan sosialisasi kepada orang tua tentang pembelajaran daring dan mensosialisasikan kepada siswa aplikasi yang akan digunakan untuk belajar dan cara menggunakannya serta membuat kesepakatan tentang penggunaan HP. Di masa pandemi guru dituntut harus menjadi lebih kreatif dan harus bisa menggunakan IT. Materi yang diberikan tidak bisa seperti sebelum pandemi dikarenakan terbatas oleh waktu.